Pages

Tekankan! Solusi Ada di Diri, Bukan yang Lain (bag. 1)

11.01.2014 0 comments

Saat jatuh tempo pembayaran sudah melebihi batas waktu. Harapan dan jarak begitu berjauhan. Kita mendapati hidup begitu berjarak dari harapan. Entah kecewa pada siapa. Namun sesungguhnya dirilah yang pantas disalahkan. Hasil sekarang adalah sebab dari masa lalu yang kita lakukan. Sebab dan akibat adalah hukum alam yang melekat pada setiap manusia.

Saat memiliki hutang 50 juta dari berbagai pihak. Saya memang memiliki semangat untuk menyelesaikan masalah ini. Saya tersadar, saya salah menajalni semangat ini. Yaitu kesalahan berharap solusi pada orang lain. Sekalipun ia figur atau tokoh. Ini kisah saya yang semoga bisa kita petik manfaatnya.


Mencari Harapan pada Pengusaha Sukses

Solusi dan jawaban ada pada diri sendiri
Saya dan teman bisnis, Mr. Ayat. Saya menyebutnya Mr. karena dulu sempat jadi guru bahasa Inggris saya. Kita tahu sedang dalam masalah bisnis yang tidak mudah. Bisnis travel yang kita geluti sedang menuju keambrukan bila tidak segera bertindak. Terlebih jatuh tempo pembayaran pada investor sudah lewat. Tanpa disengaja ketika berselancar internet, saya menemukan event Pesta Wirausaha Bekasi 2014.

Yang membuat saya tertarik. Terdapat Dahlan Iskan dan Rhenald Kasali sebagai pembicara. Saya tidak memiliki uang pada saat itu. Namun entah hati begitu yakin akan mendapat solusi masalah bisnis dari mengikuti event tersebut. Saya katakan pada Mr. Ayat, saya akan mengikuti event tersebut bertemu pengusaha-pengusaha besar. Saya yakinkan kita akan mendapat solusi hutang bisnis dari event tersebut.

Seingat saya Mr. Ayat tidak bisa membantu. Ia juga sedang tidak memiliki uang. Entah juga pada saat itu saya tidak begitu ingat di atm saya mendapat uang 100rb. Event tersebut digelar di mall selama dua hari. Untuk umum Rp 300 ribu, anggota TDA Community Rp 200 ribu. Dan alhamdulilahnya ada harga mahasiswa atau pelajar cukup Rp 100 ribu.

Ongkos tidak ada. Pas hari H saya begitu yakin juga bisa mengikuti event tersebut. Pagi saya mengkontak Mr. Ayat. Berharap dia bisa membantu meminjami buat ongkos. Dan alhamdulillah dia bisa meminjami Rp 50 ribu. Pada hari tersebut saya dianugrahi kampus mahasiswa berprestasi UIN Jakarta bidang pembicara nasional dan internasional. Saya tidak hadir karena menyelesaikan hutang bisnis lebih penting dan urgent. Dalam event tersebut setiap pembicara saya rekam dan catat point per-pointnya. Sesi ke sesi saya isi dengan antusias dan semangat. Dalam hati selalu menunggu jawaban persoalan keuangan.

Ada satu pengusaha plastik yang ternyata menjadi ketua panitia. Sebelumnya lewat twitter saya memohonnya tuk konsultasi bisnis terkait masalah yang saya hadapai. Ia menjawab setelah event tersebut selesai baru ada waktu luang. Saat saya kontak lewat twitter setelah acara selesai. Ia masih juga sibuk dan belum bisa juga meluangkan waktu bertemu. Pernah suatu malam ia menginfokan tanggal pertemuan. Ia juga menginfokan alamat.

Namun besoknya Ia langsung menginfokan tanggal tersebut tidak jadi. Saya tanya kembali rescedule. Ia tidak menjawab. Padahal saya begitu berharap ada solusi padanya. Pada lain waktu saya mentweet lagi meminta emailnya. Saya ingin kirim email. Ia pun memberikan emailnya. Lain waktu saya konfirmasi emailnya sudah masukkah. Ia menjawb sudah, namun sepertinya harus bertemu agar lebih jelas masalahnya. Sampai sekarang tidak ada kabar dan ketersediaan waktu untuk bertemu.

Pada waktu berikutnya diadakan kopi darat pengusaha di salahsatu rumah pengurus besar TDA. Acara dimulai setelah Isya. Berharap sebelum acara bisa konsultasi dengan beberapa pengusaha. Sebelum dzuhur jam 10an saya sudah menuju ke Bekasi. Sampai jam 12 kurang saya sampai. Setelah acara selesai hampir jam 12 malam. Semangat saya masih membara akan mendapat solusi di sini. Berharap bisa mengobrol dengan pengusaha yang menjadi tuan rumah setelah acara ataupun besoknya. Terlebih sudah larut malam. Sepintas saya bisa menginap dan menemukan jawaban di sini. Terlebih rumahnya yang megah, parkirnya yang luas, mobil berjejer lebih dari tiga dan isi rumah yang megah pikir saya ini adalah gambaran kesuksesannya.

Namun pemiliki rumah tidak menawarkan untuk tinggal walau tahu saya dari Ciputat dan tidak membawa kendaaraan pribadi. Saya pun tidak enak bila meminta untuk menginap. Akhirnya kaki tetap terus berjalan. Sesampainya di jalan saya mendapat informasi ada bis yang mengarah ke pasar rebo. Ke ciputat langsung tidak ada.

Dalam menunggu satu jam lebih. Saya termenung dan berfikir. Sepertinya solusi ada di diri sendiri. Saya harus melakukannya sendiri. Berharap solusi ada pada pengusaha sukses tidak akan bisa menyelesaikan masalah. Bahkan bertambahnya waktu bisa makin membesar bahkan menajdi ledakan besar bila tidak segera diatasi sendiri. Namun kesadaran ini belum begitu kuat. Baru terlintas.



tunggu tulisan selanjutnya pada bagian ke 2. Dimana diri dan solusi saling bergelut dalam jiwa. Stay on www.FaisalHilmi.com.

Next >>

Berharap Baru pada Fakultas Bisnis

Solusi Apa yang Diharapkan?

Jawaban Sesungguhnya

Testimoni Training Motivasi Bung Faisal

10.31.2014 0 comments

Bung Faisal mengisi training motivasi organisasi kepemudaan 


1. Dewi Sholeha, Pendidikan Bahasa Arab UIN Jakarta, asal Bandung
Hebat. Motivator hebat bisa menggugah hati kami yang sedang dan masih tertidur hatinya. Itu ungkapan yang saya lontarkn untuk Ka Faisal. Berjuang terus Ka untuk mengingatkan para pemuda Indonesia bahwa kami hebat. Orang Indonesia hebat.


2. Nurul Aeni F, Pendidikan Bahasa Arab UIN Jakarta, asal Bogor
Luarbiasa Ka Faisal Hilmi. Dengan adanya kaka di sini. Kaka sangat memotivasi saya agar bisa menggapai cita-cita dan mimpi saya lebih jauh lagi. Saya akan lebih semangat dan bekerja keras lebih giat lagi agar semuanya bsa tercapai. Semangat!!!

3. Amimatul Ikliah, KPI (Jurnalistik)
Sangat menggugah hati dan niat saya. Sejak awal Bung Faisal memberi motivasi, saya memiliki hal yang besar. Bung Faisal dapat memberi manfaat dan perubahan besar untuk diri saya. Tak peduli halangan melintang. Saran dari Bung Faisal kapanpun itu saya akan lakukan.

4. Khoerudin, Leuwiliang Bogor
Saya merasa leeebih baik karena Ka Faisal telah membangun kembali semangat saya untuk menggapai kesuksesan dan menggapai cita-cita yang belum saya capai.
 
5. Dahlan, Cisarua Bogor
So happy mengikuti acaranya ka, to be continue and pray to me… Amiin. Will be success!!!

6. Ita Nurul Faizah, Aqidah Filsafat UIN Jakarta, asal Jepara Jawa Tengah
Semangat lagi untuk mewujudkan mimpi setelah mendapat motivasi singkat dari Ka Faisal. Sempat pesimis buat wujudin mimpi setelah gagal masuk/keterima di Sastra. Semoga motivasi kak Faisal bisa saya terapkan dan bisa berhasil.

7. Ikhsan Winarko, Tangerang Banten, STIE Ahmad Dahlan Jakarta
Persentasinya sangat luar biasa bagus sekali. Bisa membuat saya termotivasi lebih baik lagi kedepannya. Menjadi generasi muda yang lebih maju.

8. Abdul Latief, Bogor
Gak ada kritikan sedikitpun dari saya justru motivasi yang kaka berikan nyampe ke hati. Saya juga pengen jadi orang sukses yang bisa bahagiain orangtua. 

9. Hidayanti Fadillah Tunnisah, Aqidah Filsafat UIN Jakarta
Seru abis. Bikin saya jadi termotivasi kembali, dan telah mengingatkan planning saya yang lumayan sudah terlupakan.

10. Sarudin
Sangat luar biasa. Membuat saya lebih termotivasi dalam menjalani hidup dan mengejar cita-cita. Go Better. 

11. Yayah
Amazing!!! Sangat memotivasi. Topiknya sangat pas dengan apa yang sedang saya rasakan dan saya alami. Menarik! Menyenangkan!

12. Lusy Syarifah
Sangat berkesan. Saya mulai ingin lebih focus menata hidup dan tujuan dari sekarang.

13. Lailatussa’diyah
1 kata untuk ka Faisal “DAHSYAT!”

14. Ahmad Subhan Ainurrafiq
Luarbiasa retorika yang sangat membuat kami sadar akan pentingnya perubahan.

15. Darto Imanuddin
Pesan penyampaian tentang sejarah/riwayat hidup orang sukses kurang jelas, hanya mengambil enaknya saja. Namun kesannya sangat luarbiasa dan pengetahuan ka Faisal sangat sangat is the best.

16. Arif Fadilah
Sangat inspiratif sekali!

17. Indra Triana
Sangat termotivasi sekali dengan apa yang ka Faisal sampaikan. Sehingga saya lebih bersemangat meraih mimpi. Mimpi itu nyata!

18. Ayi Nurhidayah, STIKES Widya Dharma Husada
Full of spirit, and your spirit have been influence me. Thanks you.

 

Setiap pelatihan kami meminta masukan dan saran untuk perbaikan lebih baik lagi


Dua Kunci Cara Menulis Mimpi Agar Mewujud

0 comments

“Menulis adalah mencipta, dalam suatu penciptaan seseorang mengarahkan tidak hanya semua pengetahuan, daya, dan kemampuannya saja, tetapi ia sertakan seluruh jiwa dan nafas hidupnya.” (Stephen King)

Kita semua memiliki impian. Namun cara mewujudkan mimpi bisa berbeda-beda mewujudkannya. Menuliskan mimpi, target, goal dan tujuan kita adalah termasuk cara ampuh. Terbukti banyak yang membuktikannya. Pada pertama kali saya travelling ke Kuala Lumpur Malaysia 2013, saya bertemu Aisyah. Sekarang dia mahasiswa S2 IIUM/UIA. Dia menceritakan tipsnya bisa berkunjung ke Syiria, Turki dan negara lainnya dengan menuliskannya, "Faisal tulis 10 negara yang kamu tuju. 5-10 tahun kedepan kamu akan mengunjunginya."

Contoh lain, dalam dunia motivasi Indonesia. Sangat terkenal video menulis 100 mimpi Danang A Prabowo, mahasiswa IPB yang menulikan 100 mimpinya. Prestasi belajarnya meningkat tajam, padahal IP-nya pernah 2,8. Kuliah S2 di Jepang. Mewakili kampus lomba MTQ nasional. Bagaiaman mewujudkan mimpi dengan menulis?

Kunci Cara Menulis Mimpi Agar Mewujud


Pertama, Tulis Spesifik.

Wajar saja bila mimpi tidak terwujud karena kitapun belum jelas dengan mimpinya. Misalnya mimpi ingin jadi pengusaha sukses. Hal ini belum cukup. Kita harus menspesifikkannya. Membuatnya detail.

Misal, menjadi pengusaha sukses baju batik. Omset setahun 5 miliyar. Cabang di lima kota besar : Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar dan Bali. Tulis terus secara spesifik impian kita. Bila kita menuliskannya secara umum, bisa kabur gambaran mimpi kita.


Kedua, Tulis Tanggal. 

Bila kita menempelkan tanggal pada mimpi kita, sekarang bukan mimpi lagi. Sudah berubah jadi rencana. Artinya, sudah lebih tinggi dan lebih mendekati realitas. Apapun mimpi yang tinggi untuk mewujudkannya harus berubah menjadi rencana.

Menulis tanggal ini menjadi kunci ampuh kedua setelah kita menulikannya secara spesifik dan detail. Misalnya tadi menjadi pengusaha baju batik omset 1 miliyar 2015. Memiliki cabang di lima kota besar : Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar dan Bali bulan Agustus 2017. Dengan ditempel tahun pada tiap mimpi dan target kita sungguh berubah jadi rencana dan kita akan tahu benar kemungkinan terwujudnya.

Bila kedua hal tersebut sudah dilakuakan. Tempel di kamar. Tempel di tempat yang gampang terlihat dan mengingatkan kita untuk mewujudkannay saat mengendur atau lupa. Bagaiaman di kamar ada teman sekosan malu nih? Jangan malu, tempel saja. Semua pemimpi pada awalnya dicemooh dan dipertanyakan kesanggupan mewujudkannya. Sekali bisa terwujud, mereka hanya bisa terkagum. Intinya, cemoohan adalah satu hal yang wajar saat kita ingin mewujudkan mimpi yang besar. Sekali lagi, hal yang biasa.

Setelah menuliskannya, sayapun alhamdulillah bisa mengikuti event dalam dan luar negri. Diantaranya dalam negeri : Yogyakarta, Palembang dan Bali. Luar negeri diantaranya China dan Manila Filiphina. Saya pun pernah IP 1,8. Bayangkan, begitu anjloknya. Namun sekarang alhamdulillah IPK diatas 3. Menulis mimpi secara spesifik dan bertanggal menandakan kesungguhan dan keseriusan mewujudkannya. Termasuk berusaha untuk merubahnya menjadi rencana.

Salam semangat pemimpi!





Konsultasi atau Mengundang Bung Fasial?

 
Bung Faisal © 2010 | Web Group of PIC Center | #IndonesiaMendunia