Pages

Pemimpin Besar Selalu Menggenggam Hati Rakyat

10.19.2014 0 comments

Hari ini, 20 Oktober 2014 Jokowi Dodo & wakil presiden Jusuf Kalla dilantik menjadi presiden terpilih Republik Indonesia. Ada banyak harapan dalam dada. Begitu besar obsesi Indonesia menjadi kekuatan baru dunia.

Selamat Presiden Terpilih Jokowi Dodo & wakil Presiden Jusuf Kalla

Pemimpin yang amanah menggenggam hati rakyat. Setelah hati kita tergenggam, kita ikhlas dan tulus dipimpin dan diarahkan. Love you Indonesia. Tunjukan Indonesia Hebat!

Masalah Akan Selalu Ada : Memilih Optimis dan Memilih Berani Hadapi

10.16.2014 0 comments

Semua manusia memiliki masalah. Selagi kita hidup, masalah akan selalu ada. Menghadapi dan menyelesaikan masalah adalah seni kehidupan itu sendiri. Mengharapkan tidak adanya masalah dalam hidup adalah ilusi. Bahkan, masalah yang membuat kita tumbuh.

Memilih Optimis dan Memilih Berani Hadapi Masalah
Sewaktu Tsanawiyah (SMP) awal, sebagai remaja tak jarang berfikir untuk menyelesaikan masalah yang ada dan berharap masalah tidak ada lagi dalam hidup. Pemikiran dan harapan seperti ini sepertinya melanda semua remaja awal. Tak heran masa itu tidak jarang mengatakan, "Kapan ya masalah saya selesainya. Selalu aja ada masalah."

Beranjak dewasa, ilmu dan pengalaman kita meningkat. Pergaulan semakin luas. Di sini kita sadar, masalah akan selalu ada dalam hidup. Kematian adalah jalan bila tidak ingin memiliki maslah sama sekali dalam hidup. Kita tinggal mempertanggungjawabkannya pada Yang Maha Kuasa.

Masalah akan selalu ada. Namun, kita tidak boleh dengan satu masalah permanen. Masalah akan selalu ada dalam pengertian : masalah satu selesai, lalu menghadapi lain yang lebih tinggi kualitas masalahnya. Bila kita tetap dengan satu masalah dalam hidup kita dan bertahan lama berarti kita berada pada hal buruk dalam hidup. Bisa mengindikasikan ketidakmampuan menyelesaikan masalah.


Pengertian Masalah

Hakikatnya, masalah adalah rahmat.  Bila kita renungkan, masalah yang membuat kita tumbuh. Adanya masalah membuat kita berkembang. Tidak stagnan pada satu tahapan hidup. Saya sendiri mendefinisikan masalah adalah jarak anatara harapan dan realita.

Misalnya kita berharap kuliah S1 4 tahun lulus atau 8 semester. Karena mengikuti event luar negri di Perancis selama satu bulan, kuliah jadi cukup terganggu. Walau posisi kita mewakili kampus, namun tidak jarang dosen tidak mau tahu. Kalau sudah tidak masuk 3-4 kali pertemuan tidak bisa ikut UTS dan UAS. Akhirnya nilai tidak keluar, harus mengikuti kuliah semester selanjutnya. Kenyataannya kita jadi harus menambah satu semester. Semester 9 atau 10 baru bisa wisuda.
Harapan    : Lulus kuliah S1 sem. 8
Kenyataan : Baru bisa lulus kuliah sem. 9
Jarak          : Menambah kuliah 1 semster. Ini masalahnya.
Contoh lainnya. Kita pemuda berjiwa wirausaha. Buka usaha pulsa. Harapan kita berbisnis tentu ingin mendapatkan profit atau keuntungan. Kenyataannya konsumen yang notabennya teman-teman banyak yang beli pulsa ngutang. Sehingga tuk berputarnya modal terhambat. Seringnya pada bayar telat. Bahkan beberapa sampai sekarang belum bayar pulsa juga. Terlebih modal usaha pulsa dari pinjaman. Tambah masalah lagi harus mengembalikan pinjaman dari dana lain.

Kesimpulan masalahnya (jarak) : macet pembayaran, pulsa belum terbayarkan dan mengganti modal dari pinjaman. Harapan bisnis menguntungkan belum terwujud. *Sabar ya dan terus berusaha :)


Memilih Optimis dan Berani Hadapi Masalah

Ada manusia yang memandang masalah sebagai beban. Bahkan parahnya, ada yang menganggap ketidakadilan Tuhan. Namun di sisi lain. Ada manusia yang begitu bersyukur menghadapi masalah. Masalah baginya adalah rahmat. Seperti disinggung diawal, baginya masalah membuatnya tumbuh, berkembang dan lebih maju.

Top Ittiphat, pengusaha rumput laut Tae Kae Noi pada masa muda awal ikut marasakan masalah hutang yang melilit ayahnya 40 miliar rupiah. Namun setelah terus berusaha dan bekerje keras membangun bisnisnya. Ia bukan hanya bisa melunasi hutang ayahnya yang puluhan miliyar itu. Pemuda asal Thailand itu bahkan bisa mempekerjakan lebihd dari 40 ribu karyawan serta membuka usahanya di lebih 25 negara.

Bila tidak ada masalah, desakan dan tuntutan hidup mungkin Ia menjadi bermanja-manja dan santai menjalani hidup. Namun masalah yang ia hadapi menjadikannya milyader muda Asia ternama.

Hidup itu pilihan. Ini benar adanya. Satu kunci yang membedakan kita dengan yang lain adalah sudut pandang. Sekali lagi, yang membedakannya adalah cara meresponnya. Sudut pandang kita adanya masalah bisa menjadi beban atau tantanaga. Lari dari masalah menjadi pecundang, atau hadapi dan menyelesaikannya lalu menajdi pemenang.

Optimis kita pasti bisa!



#IndonesiaMendunia!